Webinar Nasional “Bela Negara: Geber Gen-Z Bersaing dengan Kompetisi Global di Era Disruptif”

Melihat perkembangan zaman yang dirasakan saat ini seperti revolusi industri 4.0 yang mengakibatkan terjadinya disrupsi dalam berbagai bidang yang memberikan dan menghadirkan tantangan dan peluang, termasuk bagi generasi-z dan millenial. Dalam hal ini dapat dilihat dari perkembangan SDM dalam hal strategitasnya, dilihat dari beberapa negara didunia mempunyai berbagai macam tujuan untuk membangun kesejahteraan sumber daya manusianya dan pembangunan perekonomian yang ada. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat serta dapat mendorong pertumbuhan ekonomi juga dapat menjadi penghambat bagi pertumbuhan ekonomi. Melihat perkembangan yang semakin pesat dan persaingan semakin ketat dalam era globalisasi saat ini sudah tidak bisa terelakkan sehingga generasi millenial dan generasi z harus bisa mengahadapi tantangan yang terjadi dan juga untuk bangsa ini harus mempersiapkan masyarakat yang unggul dalam setiap bidangnya.

Bahkan saat ini di Jepang sudah dikenal era industri 5.0 yang berbasis kepada “super smart society” pada intinya negara ini mengarah pada keseimbangan antara komunitas manusia dan otomasi dalam menerapkan kehidupan yang lebih baik. Adanya revolusi industri tersebut telah membuat disrupsi kehidupan dalam bentuk kemanfaatan, tantangan, bahkan bisa juga risiko ancaman kepada individu, masyarakat, kelembagaan dan juga kepada negara dalam berbagai bidang kehidupan termasuk bidang ekonomi, apabila tidak dilakukan antisipasi dan sikap kebijakan yang tepat.

Jika dilihat Hasil Sensus Penduduk 2020 menunjukkan penduduk Indonesia didominasi Generasi Z. Total terdapat 74,93 juta atau 27,94% dari total penduduk Indonesia. Belum semua usia Generasi Z produktif. Komposisi penduduk terbesar selanjutnya berada di usia produktif, yaitu milenial sebanyak 69.38 juta atau 25,87% dan Generasi X 58,65 juta atau 21,88%. Sementara penduduk paling sedikit adalah Pre Boomer sebanyak 5,03 juta atau 1,87%.

Melihat data tesebut bahwasannya dari hasil yang tercatat pada tahun 2020 menunjukan penduduk indonesia yang didominasi oleh Gen-Z dan sekarang siapa itu Gen-Z? Generasi Z atau Gen Z disebut sebagai generasi yang lahir setelah generasi Y. Kumpulan orang yang termasuk ke dalam generasi ini adalah mereka yang lahir di tahun 1995 sampai dengan 2010. Generasi ini dilabeli sebagai generasi yang minim batasan (boundary-less generation). Gen Z memiliki pola pikir global (global mindset). Keterbukaan dalam menerima berbagai pandangan dan pola pikir, menyebabkan mereka mudah menerima keragaman dan perbedaan pandangan akan suatu hal. Generasi z atau gen-z ini memiliki beberapa karakteristik seperti: Melek teknologi, suka inovasi, suka berkomunikasi, lebih mandiri, lebih toleran, uang menjadi prioritas, lebih praktis.

Trends yang terjadi saat ini seperti,

  • Revolusi teknologi dan bisnis yang mana teknologi berkembang begitu pesat (Revolusi Industri 4.0) dibarengi dengan inovasi di dunia bisnis
  • Disrupsi di segala bidang, seperti (volatile, Uncertain, Complex, and Ambigous World) akibat revolusi teknologi dan bisnis terjadi perubahan besar (disrupsi) di semua aspek kehidupan baik cara bekerja, belajar, berbisnis, bertransaksi, beribadah, bersosialisasi, dsb)
  • Future Jobs Tumbuh: ada banyak jenis pekerjaan yang tumbuh dan banyak juga pekerjaan lama yang hilang karena tidak lagi relevan.
  • Future Jobs membutuhkan future skills, ada banyak keterampilan yang dibutuhkan untuk dapat mengakses future jobs
  • Future skills belum secara masif dikembangkan di kampus akibatnya Missmacth yang mana keterampilan yang dimiliki lulusan kampus dan dibutuhkan di dunia kerja tidak sinkron
  • Kampus didorong sebagai pusat pengembangan futute skills, perlu semakin banyak perkuliahan future skills yang diselenggarakan di kampus untuk meningkatkan relevansi kompetensi dan daya saing di dunia kerja.

Adapun dalam bidang pendidikan perlunya keterlibatan lebih untuk dapat mencetak masyarakat yang berkualitas unggul. Pendidikan sendiri merupakan sarana paling tepat untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) unggul, baik melalui jalur formal maupun non-formal. Pendidikan memiliki kebutuhan yang tinggi untuk kemajuan suatu bangsa ditengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini. Jika suatu bangsa  yang tidak menguasai IPTEK akan terlindas dan tertinggal dalam persaingan global yang begitu keras dan ketat. Maka dari dalam kehidupan yang terjadi di kampus perlunya adaptasi serta perkembangan ilmu penetahuan dan teknologi sesuai dengan era yang dirasakan saat ini, seperti Proses pembelajaran menggunakan teknologi (digitalisasi), Proses pembelajaran lebih kepada pengembangan technical skill, conceptual skill dan interpersonal skill, Proses pembelajaran dalam bentuk video, infografis, atau ilustrasi yang menarik dan up to date, Proses pembelajaran yang komunikatif (dua arah), Proses pembelajaran yang terkini, terbuka, dan tidak otoriter, Proses pembelajaran lebih kepada kontektualisasi teori.

Bahkan dalam pencatatan data Pada tahun 2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yaitu jumlah penduduk Indonesia 70%-nya dalam usia produktif (15-64 tahun), kemudian sisanya yang 30% itu merupakan penduduk yang tidak produktif (usia dibawah 14 tahun dan diatas 65 tahun) pada periode tahun 2020-2045. Kemudian apa yang menjadi masalah? Dalam hal ini bonus demografi, yang merupakan kondisi di mana penduduk yang berusia produktif lebih banyak dibanding dengan penduduk usia tidak produktif, akan mengakibatkan dampak buruk jika bonus demografi ini tidak dimanfaatkan dengan bijak dan baik yang mana akan terjadi masalah sosial seperti kemiskinan, kesehatan yang rendah, pengangguran, dan tingkat kriminalitas yang tinggi. Bahkan dalam Dalam laporan Proyeksi Penduduk Indonesia 2015-2045, Kementerian PPN dan BPS memprediksi jumlah penduduk Indonesia akan mencapai 318,96 juta jiwa pada 2045.

Kita semua tidak bisa tutup mata begitu saja akan fakta bonus demografi ini dan sudah tidak bisa terelakan kembali, kunci dari kompetisi global yang semakin pesat dan juga fakta akan bonus demografi kita semua harus meningkatkan skill untuk bisa bersaing dengan kompetisi yang semakin pesat, pengembangan serta peneran IPTEK yang perlu diasah setiap harinya agar memiliki kecerdasan yang komprehensif, yakni produktif, inovatif dan berperadaban unggul.

HIMIA FISIP UMJ

Official Website Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.