KAJIAN “DUNIA TERLALU KEJAM JIKA HANYA MENGANDALKAN KECANTIKAN” 2019 PRESS RELEASE


HIMIA UMJ – Kajian yang bertemakan “Dunia Terlalu Kejam Jika Hanya Mengandalkan Kecantikan” telah pada hari Selasa, 15 Oktober 2019 bertempat di Sekretariat HIMIA. Kajian ini dihadiri oleh mahasiswa aktif Administrasi Publik UMJ. Perempuan merupakan makhluk yang diciptakan dengan berbagai keahlian, sehingga banyak topik yang diangkat dengan latar belakang perempuan. Terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender ditandai dengan tidak adanya diskriminasi antara perempuan dan laki-laki dan dengan demikian perempuan memiliki akses, kesempatan berpartisipasi, serta mampu berperan dalam kegiatan politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan lingkup lainnya. Di era sekarang, perempuan banyak yang unggul dalam berbagai bidang, dan memiliki kedudukan tinggi dibanding laki-laki. Perempuan di era saat ini mereka memiliki kekuatan yang lebih dari sekedar cantik, dengan merepresentasikan cantik dengan kecerdasan, menghidupi mimpinya, terjun dalam ambisinya, menjadi ibu yang luar biasa tanpa takut dengan konsep-konsep kecantikan yang sedang merajalela di sosial media.

Bicara tentang sosok perempuan tak lepas dari dinamika para perempuan Indonesia dalam mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara. Perempuan masa lampau yang cenderung terbatas untuk bekerja di ranah pemerintahan, terbatas untuk berpendidikan tinggi. Hal itu seperti yang dialami oleh tokoh pejuang perempuan kita yakni Ibunda Raden Ajeng Kartini. Semua kesempatan kerja di luar, pendidikan tinggiseakan milik kuasa laki-laki, kondisi itu kini sudah terkikis. Dari segi pendidikan, sekarang perempuan memiliki kesempatan yang tinggi untuk menambah pengetahuan sebagaimana orang laki-laki yang berkesempatan. Banyak perempuan yang memiliki yang memiliki karir yang tinggi karena pendidikan yang diperolehnya. Banyak perempuan yang menjadi bisnis women yang mewarnai kehidupan. Dilihat dari sejarah Islam, adajuga tokoh perempuan yang berjiwa bisnis, seorang yang kaya raya, seorang saudagar yakni Siti Khadijah, yang juga istri rasulullah saw. Jika dibandingkan dengan kualitas peran perempuan di dunia, dilihat dari Gender Inequality Index (GII) Indonesia tahun 2011 yaitu 0,505 menduduki peringkat 100. Pada tahun 2008 GII Indonesia sebesar 0.714 berada pada urutan ke 108 dari 139 negara. Artinya indek kualitas peran perempuan mengalami peningkatan. Harapannya ke depan kualitas perempuan Indonesia kian meningkat baik di sektor ekonomi, sosial, politik maupuan budaya. Lebih jauh kita ingin melihat lebih jauh peran perempuan dalam perekonomian di Negara Indonesia.

HIMIA FISIP UMJ

Official Website Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.